Kepada Hati

Kepada Hati Yang Bersembunyi
di
Dalam Diri

Salam hati-hati, kepada Hati yang terdalam.

Langsung saja kutanyakan kau, kenapa aku merasakan rindu?
Kuhujatkan kau lagi, kenapa aku merasakan khawatir?
Kenapa aku mesti merasakan benci, cinta, muak bahkan jijik?

Kuajukan pertanyaan desak kepadamu dengan sangat kau jawab tak perlu mengelak.

Paling susah aku mendefinisikan tentang semua rasa yang terkandung dalam Hati. Sementara di lain pihak, aku dipaksakan harus mengerti apa yang kurasa, bukan? Dengan pemahaman tentang rasa, setidaknya hematku berkecimpung, aku bisa menyikapi segala situasi dan kondisi secara bijak. Sebab tidak akan selalu didahului ketergesaan dan simpang siur dalam pengambilan keputusan.

Kasus sekarang. Jujur Hati, aku merasakan khawatir yang tidak beralasan, rasa khawatirku terhadap seorang perempuan yang kalau kita mau matematiskan belum tentu ia juga mengkhawatirkanku. Tetapi kendatipun aku mengetahui hal itu, tetap saja hati ini melang terhadapnya dalam bayang selalu terlukis parasnya.
Apakah Kau bisa memberikan jawaban atas rasa yang terus menggelembung dalam diri ini. Kumohon dengan sangat. Lain saat kubertanya lagi.

Bandung, 04 Agustus 06

Wassalam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s