Mantra

tanganku berusaha mengais-ngais
meski ke atas langit aku tak akan sampai memiliki
mu

kau akan terus hanya sebatas mimpi
yang meski bawa suka tetap sembunyi
kan pedang kesunyian yang selalu siap mengiris-iris

hati

pedih duka sunyi akan melulu
menjadi nuansa
biar-biar kata orang “rasakan lirihmu sendiri
tak usah buat sajaksajak seolah-olah
kau ajakajak untuk susah”

aku akan tetap seperti ini
mungkin cinta yang kuberi
hanya sebatas ilusi
yang tak kunjung terbumi

dengan puisi aku bisa sembunyi
dengan sajak aku bisa berteriak
dengan kata aku bisa berbicara
cinta
meski kata orang itu
dusta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s