Untukmu Dee,

Untukmu Dee,
-dari sebuah tragedi Purnama-

kukata;
aku takut kehilanganmu
itu saja.

sebetulnya itu yang ingin kuucap
namun, hendak kau tahu…
aku bukan orang yang berani menggungkap
rasa itu kudekap
erat, jauh sampai tak ingin terlihat.

aku tak akan membincang
perihal kata terlarang
pula sembarang
selayak daun anggap semua itu
gugur dan terkubur

kesalahan itu
adalah buah dari
kepengecutan
dan
keangkuhanku
mohon bantu
dengan inspirasi
dengan mandiri
dengan nasihati
dengan kamu

oleh kamu
“karena kamu nada yang selama ini
sudah berhasil menginspirasiku,
memberiku spirit,
terutama dengan kemandirianmu itu”

dee,
hari. maaf jika aku merusak satu
hari khusus
yang seharusnya indah bagimu

bermula dari khawatir itu
jelas, aku ingin mengenalmu
tidak hanya delapan persen

sebab aku adalah kamu
kamu adalah aku

mungkinkah melaku
dengan perasaan tak tentu
kepada yang kurindu.

8 mei 2006

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s