13 Maret 2010

 
 
: dan kita akan selalu begini; menunggu sesuatu yang tidak pasti.  Sebab kita tak tahu lagi apa yang mesti kita lakukan saat ini. Selain menanti. Menanti sesuatu yang tidak pasti.

Hermann, manusia Lahir. Dia besar, mungkin bakal masuk TK kemudian diajar oleh guru-guru cantik sebagaimana aku dulu, dia akan merasakan bubur kacang gratis, bermain serodotan, sesekali berantem dengan temannya, lantas merengek, mengadukan pada ibu-bapaknya masing-masing. Masuk SD, SMP, SMA, Kuliah kalau ibu bapaknya mampu, mencari kerja, menikah, punya anak.

Dan Hermann, kamu tahu, manusia baru kembali lahir. Dia besar tetapi tidak masuk TK karena ibu bapaknya tidak mampu, lantas dia tidak akan merasakan diajar oleh guru-guru cantik sebagaimana aku dulu, tidak bermain serodotan, tidak berantem dengan temannya, tidak merengek, mengadu pada ibu-bapaknya. Tidak masuk SD, SMP, SMA, tidak Kuliah. Karena ia mesti mencari kerja, menikah, mencari nafkah dan…

Hermann, kamu tahu, manusia baru tetap kembali lahir. Sekalipun tidak masuk TK karena ibu bapaknya tidak mampu, tidak akan merasakan diajar oleh guru-guru cantik sebagaimana aku dulu, tidak bermain serodotan, tidak berantem dengan temannya, tidak merengek, mengadu pada ibu-bapaknya. Tidak masuk SD, SMP, SMA, tidak Kuliah. Karena ia mesti mencari kerja, menikah, mencari nafkah dan…

: dan kita akan selalu begini; menunggu sesuatu yang tidak pasti.  sebab kita tak tahu lagi apa yang mesti kita lakukan saat ini. Selain menanti. Menanti sesuatu yang tidak pasti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s