Riwayat Sepi

I

sengaja ku telan sepi
sendiri, biar tak ada orang lain tahu
bagaimana hidup kujalani


sepi adalah teman sejati
yang tak pernah meninggalkanku
biarpun orang datang silih berganti
sekalipun tak terkira ramai sekali disini

entah mengapa,
aku bisa bersekutu dengan sepi
padahal dulu pernah saling mencaci

hanya sepi teman yang menemani
bagaimana aku melewati hari

II

lagi, biar ku redam sendiri
pahit getir hidup yang ku lalui

tak boleh ada orang yang tahu
tak semestinya mereka tahu
buat apa mereka tahu
sudah terlanjur, Kita hidup tak saling mahu tahu

nasib adalah kesunyian masing-masing, begitu kata dia a
biarlah mereka menerka,
biarkan menjadi rahasia,
biarkan semua seperti seharusnya, kata dia b
berjalan apa adanya

sepi, tak pernah gegas
sebab, aku tak mau dia meranggas,

III

(tak kuasa melanjutkan….) *mode sesegrukan; ON*

a, ucapan Chairil Anwar dalam sajak …(hilap deui)
b, lirik peterpan, walau habis terang

ipse, pemalang, 09/09/09

2 thoughts on “Riwayat Sepi

  1. alkisah saya saya terdampar disebuah tempat tak dikenal, ada papan bertuliskan PABRIK. tapi menurut saya lebih mirip sebuah pulau dalam film Cast away atau the beach karena tempatnya indah dan subur bukan main. tapi bagian terbaiknya adalah : tempat itu sunyi senyap. seolah nyaris hanya saya seorang dri disana. saya bisa lari kencang kesana kemari, tertawa, bicara, mengacak-ngacak disana. sepi itu tidak selalu buruk..kadang itu yang dibutuhkan. sebab saya sudah penat dengan hingar bingar..nama – nama yang bicara seribu bahasa. salam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s