Road to Pajaratan

Berkunjung ke pekuburan, melaksanakan nadran, ziarah kepada sanak saudara, orang terdekat kita yang sudah meninggal duluan adalah hal yang lumrah di lakukan bagi sebagian umat Islam. Tapi sayangnya tidak bagi saya, mungkin lebaran kemarin adalah kali pertama saya melakukan ziarah ke kuburan. Sebetulnya saya sering lewat ke kuburan, tapi bukan untuk melakukan ziarah, saya juga pernah mengantarkan orang meninggal sampai memasukannya ke liang lahat. Tetapi belum pernah ziarah. Kendatipun demikian, saya benar Islam, identitas di KTP juga Islam. Anda tak perlu meragukan keislaman saya karena tidak pernah berziarah, tapi ragukanlah orang-orang yang mengaku Islam, tapi kelakuannya jauh dari ajaran Islam, atau ragukanlah orang yang mengaku beragama tapi tak pernah menjalankan ajaran agamanya! Mau apa jadinya bangsa kita, yang di penuhi dengan sampah gagasan.

Ups! Rasanya saya tidak perlu membicarakan hal itu di sini.

By the way. Ini adalah pengalaman saya ketika melakukan ziarah. Pengalaman yang sangat terlambat di tuliskan, tapi gagasan ini tetap terngiang di kepala. Dan rasanya. Saya perlu membagikannya kepada anda semua.  
Dan, entah ini terjadi di semua wilayah atau tidak yang jelas di sepanjang jalan menuju pajaratan yang saya kunjungi itu ada fenomena yang menurut saya sangat unik tapi mendidik. Jadi di sepanjang jalan menuju pajararan yang dinamakan Balebangke itu ada tulisan-tulisan yang sepertinya sengaja di pasang untuk mengiringi orang-orang yang berziarah.

Tapi sebelum lebih lanjut, saya ingin menjelaskan pada anda semua, takut ada bule membaca tulisan ini, hehe Pajaratan itu adalah istilah berasal dari bahasa sunda yang setara dengan sebutan Grave atau Charnel House dalam bahasa Inggris. Kurang lebih artinya Kuburan atau Pekuburan.

Berikut ini saya suntingkan gambar-gambar yang menurut saya sangat antik.

1.

Dikarenakan momen kemarin adalah lebaran, maka tak lupa warga mengucapkan hari raya idul fitri di selembar triplek yang alakadarnya.  

2.

Maot Putus Sakabeh Amal kecuali : 1. Shodaqoh jariah. 2. Ilmu Bermanfaat. 3 Anak Sholeh Kersa berdo’a

3.

“Nalika ameun sakarat bakal di tembongan tempat pikabungaheun tur nikmat ku loba baca sholawat” yang artinya saya kurang tahu arti diksi “ameun” tapi yang jelas artinya bakal di tunjukkan salah satu tempat yang membuat kita senang dan bahagia, dengan banyak membaca sholawat.

4.

Anak adam di dunya teh moal lila duka isuk, duka geto rek perlaya mun kadenge pasaran geus lolongseran hayang guera mawa urang kakuburan

5.

Timana asal manusa. 5 Proses Alam 

6.

Ingat! Ingat Manusa di dunya ngan sakadar Ngumbara

7.

8.

DISKUB (Dinas Pekuburan)

9.

DILARANG PARKIR Kecuali Pasaran!

10.

Our Beloved Pasaran. 

hehe. Begitulah foto-foto unik yang bisa saya suguhkan dan yang paling berkesan bagi saya adalah foto yang menjelaskan Dilarang Parkir Kecuali Pasaran dan Dinas Pekuburan. Hehe. Ku kapikiran nu kararitu patut. Seturut penjelasan istri saya, memang hal ini sengaja, malahan ketika malam, di sepanjang jalan menuju pajaratan itu di sertai Obor di sisi jalannya.

Wah subhanaloh ya? Sesuatu Banget dech….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s