Blank 1

Entahlah, setiap kali mau menulis, aku tidak tahu apa yang hendak kutuliskan, padahal dalam kepala semuanya hendak ku tuangkan, padahal dalam hati begitu banyak gagasan yang ingin kusampaikan, padahal sesungguhnya banyak cerita yang ingin kukisahkan.

Namun, dalam sekejap mata, semuanya sirna, seperti terencana. Seperti ada yang merencanakan untuk menghilangkan suku kata dalam tuturan ku, dengan sengaja seperti mencabut pembendaharaan kosakata yang aku punya sehingga aku kelihatan seperti yang tidak mengenal bahasa, tidak bisa membaca.

Apakah yang tersisa dari seorang manusia jika kemampuan berbahasanya tidak ada? Apa yang tersisa jika manusia tidak bisa lagi mengekspresikan semua kepedihannya, semua kesenangannya, semua perasaan yang menggunung dalam hatinya dengan bicara? Menulis? Seperti yang saya ucapkan tadi, tidak semua orang bisa dengan sangat runtun menuliskan perasaan nya dengan manis. Melukis? Tidak semua orang memiliki bakat seni seperti Van Gough.

Mungkin menangis, adalah kemampuan dasar manusia meluapkan perasaan nya, namun tidak semua orang bisa melakukan nya. Lantas apa? Entahlah mungkin hening bisa menjawabnya.[]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s