Senin, 12 September 2011

Kemarin saya bangun jam empat. Saya hanya meminum dua gelas air sebagai sahur. Karena hari sebelumnya saya memang berniat untuk puasa. Puasa syawal, selain buat puasa, badan saya juga mulai tidak enak. Mungkin karena kegemukan, dan puasa saya kira adalah sebuah solusi.

Setelah bangun jam empat itu, kemudian saya tidur lagi. Nah pada titik ini mungkin yang mesti di evaluasi. Mestinya ketika sudah bangun dan minum, harusnya saya pergi ke kamar mandi dan mengambil wudhu, setidaknya saya bisa sholat tahajud atau tadarus, baca qur’an. Tapi saya malah tidur lagi dan bangun pada jam enam pagi, kemudian sholat shubuh.

Bagaimana mungkin bisa masuk akal, saya berniat puasa, tapi kemudian shalat subuh kesiangan. Tentu saja ini seperti gali lobang tutup lobang. Pinjam uang terus bayar hutang. Yang intinya nonsen. Pahala puasa hanya bisa menutup dosa karena shalat subuh kesiangan, belum lagi di tambah dengan dosa-dosa yang lain? Wah.

Aksi selanjutnya adalah saya harus membenahi titik aktivitas ini. jika nanti malam saya bangun, saya mesti memaksakan diri saya untuk pergi ke kamar mandi, sekalipun saya harus merangkak. Insyaa Allah mungkin setelah kena air, saya tidak ngantuk lagi. saya mesti coba sesekali hal seperti itu. saya pernah melakukan itu ketika kuliah dulu. Saya kuat. Saya bangun jam dua. Membaca. Menulis sampai subuh. Tapi saya kuat. Harusnya saya kuat. Dan kenapa sekarang tidak? Padahal untuk kegiatan yang lebih mulia lagi. saya harus mencobanya.

Ya malam nanti saya harus mencobanya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s