Don’t Dream It’s Over

What’s your dream?

Apa bedanya mimpi dengan cita-cita? Dengan keinginan, kehendak atau tujuan? Apa bedanya? Well, saya pikir, tidak ada gunanya untuk memperdebatkan hal itu saat ini, biarlah itu menjadi urusan para pemelihara bahasa, pujangga, ahli tata kata, yang dengan detail mereka meneliti, penggunaan antara kalimat yang memiliki spasi dan tidak.

Bagi saya saat ini, pertanyaan yang terpenting adalah, apakah kamu punya mimpi? Apakah saya punya mimpi? Keinginan, kehendak? Saya masih teringat dengan beberapa quote mengenai mimpi ini, salah satu ungkapan yang paling membahayakan datang dari seorang penulis Laskar Pelangi, dia bilang,  “Orang seperti kita tak punya apa-apa kecuali semangat dan mimpi-mimpi. Dan kita akan bertempur habis-habisan demi mimpi-mimpi itu”

Its quietly true!

Atau pepatah Jerman,  dari bukunya Anton Kurnia, Dunia Tanpa Ingatan, mann kan alles erlieren, nûr die hoffnung nicht” artinyaorang boleh kehilangan segalanya kecuali harapan, sebab harapan adalah yang terindah dalam hidup manusia.”

Well. Damn its right.

Pidato yang paling terkenal dari Martin Luther, berjudul I Have a Dream, dan quote yang paling fenomenal dari Steve Jobs “Your time is limited, so don’t waste it living someone else’s life. Don’t be trapped by dogma — which is living with the results of other people’s thinking. Don’t let the noise of others’ opinions drown out your own inner voice. And most important, have the courage to follow your heart and intuition. They somehow already know what you truly want to become. Everything else is secondary.”

So whats the point.

Mimpi itu sangat penting. Kehendak, keinginan, harapan atau apapun itu namanya. Kita harus memiliki sesuatu yang ingin kita wujudkan. Bila kita tidak memiliki hal itu, well your life it could be not necessary.  Bila kau pernah merasakan hal semacam itu, jangan khawatir, saya pikir semua orang pernah mengalami hal yang sama. Tinggal kita re-arrange lagi tujuan hidup kita, purposse our life.

Itu juga yang terjadi padaku beberapa waktu yang lalu. Saya seperti linglung, dan tidak punya tujuan.  Tujuan bukan dalam arti harfiah. Saya terkena tornado, tsunami, angin puting beliung. Dimana kita puing-puing kedirian kita runtuh. Banyak hal yang menyebabkan hal itu. Bisa jadi karena keinginan kita tidak pernah tercapai. Sudah bertahun-tahun kita mengejar mimpi itu, tapi tidak tercapai. Itu membuat diri kita seperti yang tidak berguna. Mungkin target. Atau mimpi kita terlalu tinggi. Oke, mimpi dan keingingan itu mesti setinggi langit. Tapi apa gunanya kita menggantungkan mimpi setinggi itu? Agar kita tidak bisa mencapainya?

Dengar apa yang dikatakan Einstein mengenai hal itu. “Everybody is a genius. But if you judge a fish by its ability to climb a tree, it will live its whole life believing that it is stupid.”

Ya betul, tidak ada yang mustahil di dunia ini, hanya saja kita mesti mengukur sampai mana kemampuan kita dalam mencapai mimpi tersebut. Menuntut seekor ikan untuk memanjat pohon hanya akan membuat dia terlihat bodoh seumur hidupnya.

Terus, bila semua mimpi kita sudah terwujud, keinginan kita sudah terlaksana, apa yang harus kita lakukan?

Good question. Time to Death. itu berarti waktunya kamu mati.😀 Bercanda. Make Sure, bila semua mimpi mu sudah terlaksana. Yakinkan kalau semua apa yang kita inginkan sudah terwujud. Benarkah semua nya sudah terwujud? Bila iya. Saatnya kamu memikirkan dunia setelah kamu mati. Bila kamu tidak percaya ada “dunia itu”.

Its done. bener its done. tidak ada yang perlu di bicarakan lagi. lakukan apa yang kamu ingin lakukan, yang belum pernah sekalipun kamu kerjakan. Mancing di Sungai Gangga. Keliling dunia gak pake celana. Hingga kamu puas. Dan mati. Bila setelah mati, ceritakan apa yang terjadi setelah kamu mati.

Hanya saja, yang baru terpikirkan oleh saya barusan adalah, selama kita masih hidup, kita masih bisa bermimpi, apapun itu. Bila kebaikan tidak cukup untuk memuaskan kehidupanmu, maka menjadi jahatlah sampai titik darah penghabisan, kalau itu menyenangkan bagi kamu.

Serius. Karena sampai sekarang saya masih yakin, setiap kita, manusia “memiliki kata yang diperjuangkan”. Dengan melakukan kejelekan, kejahatan, mungkin karena itulah kamu di utus di dunia ini. Untuk melakukan kerusakan.

Terakhir, saya ingin mengutip ucapan Hugo Cabret, “I like to imagine that the world is one big machine. You know, machines never have any extra parts. They have the exact number and type of parts they need. So I figure if the entire world is a big machine, I have to be here for some reason. And that means you have to be here for some reason, too.”

Ya tentu saja, kita dihidupkan di dunia ini bukan tanpa fungsi. Apa fungsi nya kita ini? Tentu sangat menyakitkan bila kita mengetahui bahwa Tuhan menciptakan kita hanya karena sebuah lelucon, tanpa tujuan yang jelas, dibuang.

Apa yang kamu cita-cita kan saat ini? Apa yang kamu impikan? Apa yang ingin kamu kerjakan? Do right now. Jika tidak sekarang kapan lagi? Do the little thing before the Giant. []

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s