Sudut Pandang

“Aku butuh waktu untuk berpikir sayang, cobalah mengerti, biarkan aku sendiri dulu”
“Berpikir apa? Apalagi yang mesti kita pikirkan?”
“Entahlah, hanya saja beberapa pekan ini segala sesuatunya menjadi berantakan, semuanya kacau”
“Aku pikir semuanya berjalan biasa saja, kamu saja yang membuatnya menjadi semakin ricuh”
“Ya mungkin bisa saja seperti itu, sudut pandangku semakin berubah, tidak tentu arah, oleh karena itu, sudah sewajarnya saja mungkin aku membutuhkan waktu sendiri…”

kesalahan yg dibalas dengan kesalahan berikutnya adalah SALAH. i know what to do. after all, i did not sell my soul to entertainment world, saya bernyanyi karena saya suka, saya menulis karena ada yg ingin disampaikan, bukan karena yg lainnya. begitu awalnya dan saya harap begitu seterusnya. saya percaya tuhan yg mengatur rezeki manusia, bukan manusia lainnya, walaupun dgn cara yg tdk bs diterka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s