Berapa Harga Sebuah Ide?

Dalam sebuah film, kalau tidak salah judulnya Flash Of Genius, diceritakan bagaimana pertarungan seorang pencipta dan pebisnis, saya lupa lagi bagaimana cerita lengkapnya.

Tapi yang masih saya ingat, dan itu masih membuat kesan pada saya sampai sekarang, adalah tentang pola berpikir plagiasi. Kira-kira begini alibi yang dijelaskan dalam film itu, “semenjak dahulu kata 'and' sudah ada, Semenjak zaman Shakespeare sudah ada, muncul beberapa penulis kemudian, menggunakan kata 'and' dalam tulisannya, lalu apakah penulis itu disebut menjiplak Shakespeare?”

Semenjak zaman dahulu, cerita cinta sudah dituliskan, tapi bukan berarti haram bagi orang-orang sekarang untuk menuliskannya kembali, karena zamannya juga sudah berubah fallles.

Setiap orang mengetahui itu, dan peradaban akan terus berjalan, buku-buku selalu diterbitkan, kidung nyanyian selalu datang dengan variasinya yang baru, sesuai dengan zamannya.

Suatu ketika, saya jalan-jalan ke Gramedia di banjarmasin, niatnya sih memang jalan-jalan, tidak mau beli buku, karena budgetnya gak ada, lalu saya lihat setumpukan buku diskon disana, harganya murah, 25rb. Di tumpukan buku itu, saya menemukan buku-buku yang luarbiasa, akhirnya saya beli dua buku, buku SGA Trilogi Insiden, dan Petualangan Huckberry Finn (saya suka ketukar sama Halle Berry, ups!)

Dengan harga 50rb. Saya dapat dua buku. Murah sekali bukan? Di sepanjang jalan saya bolak-balik buku SGA, sebagai catatan itu buku SGA pertama yang saya beli, saya baca cerpennya satu persatu. Tapi, saya memilih untuk menamatkan dahulu buku Mark Twain, sekalipun sampai sekarang belum tamat.

Ada yang mengganjal pikiran saya, apakah pantas harga 25rb untuk sebuah buku Mark Twain? Saya pikir keterlaluan, kita tidak tahu bagaimana Mark Twain menyusun cerita itu? Pada zamannya dulu, komputer belum ada, mungkin dia nulisnya pake mesin ketik, dia susun cerita itu satu persatu, susun kalimat dengan tertib. Lebih mahal Pecel Lele ketimbang buku itu.

Ngeri sekali memang kalau sebuah ide sudah masuk dalam industri. Sebuah ide, saya pikir itu tidak ada harganya, harga sebuah ide yang keluar dari sang pencipta adalah kepuasan batin. Dan kalaupun ada harga, itu hanya untuk membayar biaya mengkomunikasikan ide itu pada orang lain.


Powered by Telkomsel BlackBerry®

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s