Kapan terakhir kamu tersenyum?

“Kapan terakhir kamu tersenyum?”
“Jangan bodoh! Setiap hari saya tersenyum”
“Bukan itu, maksudku kapan terakhir kamu tersenyum
“Apa maksudmu? Setiap hari saya tersenyum, kalau tidak percaya datanglah ke tempat kerjaku besok. Kamu akan lihat bagaimana senyuman saya mengembang”
“Benarkah?”
“Tentu saja benar, saya kasir supermarket, senyum sudah jadi kerjaan saya setiap hari, perusahaan menerapkan aturan melayani sepenuh hati dan senyum sepuluh centi”
“Kamu benar-benar tersenyum?”
“Tentu saja iya! Kamu masih meragukannya? Bahkan teman-teman kerja saya iri dengan kesungguhan saya melayani konsumen.”
“Kamu bahagia dengan itu?”
“Apa maksudmu?”
“Iya! Apa kamu bahagia? Kamu tadi bilang setiap hari kamu tersenyum? Apa kamu puas? Apa kamu bahagia dengan kehidupanmu sekarang?”
“Sebentar. Saya tahu kemana arah pembicaraan ini. Kamu mau mengatakan bahwa saya tidak bahagia sekalipun saya tersenyum setiap hari, karena itu tuntutan kerjaan bukan keinginan saya?” 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s