Quote from Ziarah (Paulo Coelho)

“Gejala kedua impian kita mulai mati terletak dalam keyakinan kita. Karena kita tak lagi memandang hidup sebagai petualangan hebat, kita lalu memandang diri sendiri bijaksana dan adil serta benar karena sedikit sekali mempertanyakan hidup. Kita melihat hal-hal yang terbentang di balik kehidupan sehari-hari dan mendengar suara perisai bersahutan, membaui segaka debu dan keringat serta melihat kekalahan besar dan api semangat yang terpancar dari mata kesatria. Namun kita tak pernah menangkap kebahagiaan, kebahagiaan tak terkira yang timbul dari hati para pejuang medan perang. Bagi mereka, kalah atau menang menjadi tak penting; yang paling penting adalah kau bertembur untuk membela kebaikan.

Dan yang terakhir, gejala ketiga kita melepaskan impian adalah kedamaian. Hidup seperti minggu sore; dan kita pun tak lagi meminta sesuatu lebih dari yang akan kita berikan. Saat ini terjadi, kita berpikir inilah yang disebut dewasa; kita melupakan impian masa muda, dan kita mencari pencapaian pribadi dan profesional. Kita akan terkejut mengetahui orang seumur kita masih menginginkan banyak hal dalam hidup mereka. Namun jauh di dalam lubuk hati, kita tahu yang terjadi adalah kita menyerah bertempur demi mimpi kita–kita menolak bertempur demi kebaikan.” (Hal 64)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s