Orang Waras dalam Kereta Api (Bag 4)

Kemarin dengar ustadz di salah satu pengajian bilang kayak gini, survey di salah satu kota– saya tidak mau menyebutkan kotanya, nanti kaya flo lagi di perkarakan–bahwa 90% perempuan di kota tersebut sudah pernah melakukan hubungan di luar nikah, ya maksudnya mereka sudah melakukan hubungan seks sebelum mereka menikah. Itu bukan hal aneh bukan? ya gak aneh lah, terlalu naif kalau informasi ini baru bagi anda. Anda hidup dimana? Ini Indonesia bung! Orang aja bisa di bakar hidup-hidup, kakek aja bisa nge seks ama cucunya, apalagi ini yang sama-sama sudah akil baligh.

yang membuat saya sedikit berpikir adalah alasan mereka yang melakukan hubungan di luar nikah itu, kira-kira seperti ini, “kebahagiaan itu kan hak kami? kami punya hak untuk bahagia, kami punya hasrat yang harus di salurkan, kenapa kami harus meminta izin dari orang lain untuk menyalurkan hasrat kami? pasangan kami saja tidak keberatan untuk sama-sama menyalurkan hasrat birahi kami? kenapa kalian yang repot? ini sudah melanggar ham!”

e buset! kepikiran juga orang itu bikin alasan, alur berpikirnya benar, alasannya benar, HAM! siapa yang berani ngelawan. hubungan seks itu kan manusiawi, ya seperti halnya makan, minum, boker, butuh disalurkan, bisa anda bayangkan kalau selama setahun orang gak boker, gak tidur, gak makan? kalau ada orang yang untuk makan saja mesti minta ijin, ya itu sudah perbudakan, penjajahan, bener! zaman sekarang kan udah merdeka, gak zamannya lagi ada budak belian, hamba sahaya, emangnya ini zaman jahiliyah? jadi ya, masuk akal lah, kalau mereka yang melakukan free sex itu karena untuk menyalurkan hasrat naluriah mereka dan kalau kita melarangnya, kita jadi orang yang melakukan pelanggaran HAM! karena sudah membatasi hak mereka.

kok jadi kebalik-baik begini? jadi yang melakukan free sex itu benar, dan orang yang melarangnya itu salah? gitu?

iyalah!

keren kan? cuman yang jadi pertanyaan, semenjak umur berapa itu manusia punya HAM? ya mungkin ada jawabannya di undang-undang tentang deklarasi HAM, coba anda cari tahu, ini seumpama saja, seumpama ternyata manusia itu sudah memiliki HAM semenjak ia brojol lahir ke dunia? saya pikir, bayi-bayi itu sudah harus bisa kerja, dan cari makan sendiri, gak usah ngerepotin orang tuanya, dan orang tua juga jangan disalahkan kalau menelantarkan anak yang baru lahir, kan sama-sama punya HAM, PERSETAN dengan rasa sayang orang tua pada anaknya, PERSETAN kalau anak seumur dua tahun yang gak bisa ngapa-ngapain itu cari makan, kan udah ada HAM

itu kalau HAM emang sudah melekat ketika lahir, gitu kan alur berpikirnya. atau gak gitu? jadi gimana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s