Liburan Lebaran 1436

Diawali dengan jalur mudik yang sedikit akrobatik. Saya pikir, libur lebaran kali ini berbeda dengan lebaran-lebaran sebelumnya, dikarenakan. Pertama, saya, anak dan istri mudik pas libur lebaran, biasanya tidak, kami pulang sebulan atau bahkan tidak mudik sama sekali, karena ongkos mudiknya luarbiasa dahsyat, dari balikpapan ke tasik/garut, maka kami tak pernah menemui pengalaman mudik pas lebaran.

Saya pikir, mungkin ini berkahnya mutasi ke jawa timur, yang selama ini saya cari-cari, salah satunya adalah, bisa mudik pas momen lebaran. Dan memang menyenangkan, karena semua keluarga libur! Berbeda tentunya, dengan lebaran-lebaran sebelumnya, ketika kami mudik, mereka sedang bekerja. Tak ada momen kumpul seharian full bersama. Sedikit aneh. 

Hari pertama, liburan saya habiskan dirumah istri terlebih dahulu, karena baru sampai, sekaligus istirahat. Besoknya, kami berangkat ke rumah saya di garut, semua kumpul, kakak perempuan dan kedua adik saya. Saya berkeputusan tak akan kemana -mana, hanya di rumah, dan menghabiskan waktu buat ngobrol-ngobrol sebagai gantinya, saya mengusulkan untuk wisata kuliner, tapi di rumah saja, tidak perlu keluar. Saya pengen mencoba kebiasaan keluarga mafia italia, makan-makan!

Pertama, bikin baso atji! Kedua adik saya yang berkreasi, siapa yang tidak bisa bikin baso atji? saya bagian makan. Besoknya, buat pempe dan beli es goyobod, istri saya yang bikin, pertama biar istri saya ada kegiatan, biasanya istri saya kalau di rumah saya (mertua) kadang bingung apa yang mesti di kerjakan, tapi ini tidak menimpa semua perempuan ketika berkunjung di rumah mertua hanya saja kadang-kadang, istri saya mengalaminya, nah untuk melebur rasa canggung, kegiatan memasak dan makan ini sangat efektif menyatukan keluarga.

Kenapa pempe? Kalau buat martabak istri saya selalu gagal, sedang es goyobod, saya punya kenangan masa kecil dengan es goyobod ini, jadi saya ingin mengulanginya, dan rasanya tidak berubah, dari semenjak saya umur belasan tahun, sampai lebaran kemarin mencobanya, sama saja; enak!

Hari ketiga, kami pesta martabak, tidak bikin, tak ada dari keluarga kami yang sanggup buat tapi beli. Sekali-lagi, bukan makan-makannya, tapi proses mendapatkannya yang menjadi menyenangkan, tentu juga makannya juga sih, celoteh dan obrolan-obrolannya yang mendekatkan, saya pikir jarang sekali menghabiskan momen-momen seperti ini, dan keluarga saya sangat payah kalau jalan-jalan, jadi mending di rumah. Kita harus tahu, bagaimana menghabiskan waktu dengan orang-orang terdekat kita, bila tidak, malah menjauhkan.

Esoknya, kami masak spagheti, ciee kebarat-baratan. Ah Lebay, sekarang kan tersedia spagheti instan, tinggal masak saja, apa bedanya dengan mie. Kami makan lagi, dan sesudah spagheti, tak ada lagi. Karena besoknya jadwal liburan di keluarga istri saya, di salawu, tasikmalaya.

Liburan di keluarga istri saya sedikit berbeda, tak ada makan-makan, tapi jalan-jalan ke pengajian, ya banyak kali kegiatan pengajian di keluarga ini. Dimulai dari pengajian “banian”, ini pengajian turun temurun dari keluarga, tujuannya biar tidak kehilangan silsilah keluarga, pareumeun obor, entah siapa yang memulainya karena saya mendapati keluarganya sudah menjadi banyak. Ini kebiasaan yang sangat menarik, jadi kita tahu siapa saja keluarga kita, bagi saya yang payah dalam penyebutan keluarga ini (saya bahkan tidak tahu ke siapa menempatkan istilah paman, bibi, keponakan, dst).

Setelah itu, mendadak, anak dari adik ibu istri saya (apa istilahnya?) kepengen di khitan, maka mendadak ada pengajian lagi, selamatan, syukuran, kami mengaji lagi. Eh sepertinya khitanan ini sebelum saya pergi ke garut, jadi kalau mau runut, harusnya ini dulu yang dimasukan, setelah itu, wisata kuliner.  

Yang paling berkesan ada berkunjung ke sawah terlebih situasi perkampungan yang masih kental, itu yang membuat saya selalu betah tinggal di rumah mertua. Selebihnya saya bisa menghabiskan waktu nonton film untuk merenung, berpikir, merefresh ulang, apa saja yang telah saya kerjakan, apa yang telah saya capai, apa yang ingin saya kerjakan…

Hari senin malam, 27 Juli, jam 18:53 saya pulang ke surabaya. Liburan lebaran selesai, sementara istri saya masih di sana, nanti tanggal 3 Agustus baru pulang (?) ke surabaya.

Liburan yang indah kali ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s