Malam, Saat Yang Tepat Untuk Menulis

Banyak cara kau bisa terbangun. Karena memang sudah saatnya, karena bising, karena pengen buang air besar, karena apapun. Setelah itu kamu bangun, dan tidak bisa tidur lagi. Dan berusaha mencoba untuk lelap. Tapi tak bisa. Kamu mulai kesal. Kamu mulai menyalahkan apa yang bisa membuatmu terbangun. Seseorang yang menyalakan televisi. Suara televisi yang begitu gaduh. Kamu tidak mau menginterupsi. Terlebih itu istrimu, bisa terjadi pertengkaran. Istrimu juga baru terbangun, dia menonton televisi, untuk menghilangkan jenuhnya. Sementara kau terbangun, karena suara televisi itu. Satu orang harus mengalah. Itu bisa saja istrimu, tapi tak mungkin. Lebih baik kamu. Kau keluar. Dan terbangun.

Nyalakan komputer menulislah. Malam, saat yang tepat untuk menulis. Daripada kau merutuk di atas kasur atas ketidak mampuanmu untuk tidur. Apa gunanya? Otakmu sudah bekerja. Sudah saatnya bangun. Ada banyak hal yang tidak bisa di paksa. Termasuk tidur. Kita tidak bisa memaksakan tidur. Tidur itu adalah anugerah. Ya. Orang bilang tidur itu separuh mati. Tentu saja banyak benarnya. Buktinya, kita tidak bisa mengontrol apa kita bisa tidur atau tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s